Minggu, 05 Desember 2010

Menginstal Windows XP SP2


Microsoft Windows XP adalah salah satu OS yang dimiliki oleh perusahaan Microsoft. XP adalah OS yang pertama kali yang dimiliki Microsoft yang memliliki kesempurnaan dalam OS berbasis GUI.
Windows XP Pertama kali dikeluarkan pada tahun 2000. Untuk menginstall Windows XP maka ada beberapa spesifikasi komputer yang harus diperhatikan sebelum menginstallnya. Yaitu diantaranya adalah:



  1. Processor : Intel Pentium 3 850MHz 
  2. Memory RAM : 128 MB 
  3. VGA : 64 MB 
  4. Hard Disk : Disarankan 10 GB


Setelah memastikan komputer kita sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan, maka kita lanjut ke langkah-langkah penginstallan:



1. Backup data yang penting.
Sebelum kita menginstall XP, pastikan data-data yang menurut anda mpenting sudah di backup. Misal anda punya file-file yang penting yang disimpan di My Documents atau drive C atau yang lain-lainnya.


2. Atur Boot Priority.

Setelah anda selesai mem-backup data-data anda. Maka kita akan lanjut ke tahap peng-installan. Peratama Restart komputer anda, kemudian masuk ke boot yang biasanya menekan tombol DEL yang ada di bawah keyboard bagian number.
Setelahg masuk ke menu boot maka atur agar boot pertama adalah CD-Rom, kerena kita akan menginstall melalui media CD. Setelah itu save pengaturan yang telah anda ubah tersebut.


3. Mengatur Tempat Penginstallan dan Mengatur Partisi.
Setelah diatur Boot Prioritynya, maka ketika di restart akan ada tulisan
"Press any key for Boot from CD or DVD"
Ketika pesan itu keluar tekan sembarang tombol untuk boot melalui CD.
Setelah itu, maka akan keluar layar biru. Tunggu sampai proses persiapan install selesai. Setelah itu maka ada pilihan:
1. Install XP (Enter) 
2. Repair XP (R) 
3. Exit Install (F3) 

Tekan Enter untuk menginstall Windows XP. Maka akan keluar daftar partsi yang ada pada harddisk anda. Jika pada sebelumnya anda hanya memiliki satu partisi meka di daftarnya hanya ada satu. Dan apabila anda memiliki beberapa partisi maka disitu akan ditampilkan daftar partisinya.

Jika anda hanya ingin mengistall tanpa mengatur partisi, pilih partisi yang akan diinstall kemudian tekan enter. Kemudian ada pilihan format, disarankan untuk memilih antar format dengan NTFS (Normal) atau NTFS (Fast). Jika harddisk anda sudah berumur tua, maka disarankan memilih NTFS (Normal) karena takutnya jika memilih yang tipe Fast akan membuat harddisk anda ada yang tidak terbaca datanya dan membutuhkan waktu yang lama untuk memformatnya. Setelah proses Format selesai maka selanjutnya anda harus menunggu proses pengkopian file-file install ke harddisk.


4. Tahap Pengaturan Installasi.

a. Setelah komputer anda mengalami restart maka akan kaluar tampilan loading Windows XP. Detelah itu akan kaeluar tampilan proses installasi Windows tahap ke 2 dangan tampilan berbasis GUI. Harap tunggu sebentar. Setelah itu akan keluar Regional and Language Setting. Klik tombol Costumize. Maka akan keluar jendela baru. Pilih negara anda sekarang dan atur-atur sesuka anda kemudian klik OK. Setelah itu tekan Next.

b. Selanjutnya pada Name isi nama anda dan pada Organization isi dengan nama organisasi atau nama perusahaan anda (Kalau tidak ada tidak usah diisi). Klik Next.

c. Kemudian ada permintaan product key. Isi kotak tersebut dengan serial number. Klik Next.

d. Selanjutnya isi pada Computer Name dengan nama komputer yang anda inginkan. Nama komputer akan digunakan jika anda menghubungkan komputer anda kejaringan semisal LAN. Kemudian di bawahnya isi dengan password administrator yang anda inginkan. Ketikan password tersebut lagi pda kotak yang keduanya juga. Klik Next.

e. Kemudian atur jam, tanggal dan zona waktu anda sekarang. Klik Next.

f. Maka setup akan melanjutkan proses installisasi dan tunggu sebentar lagi. Karena windows sedang menginstall system Network

g. Jika anda menghubungkan komputer anda dengan jaringan maka akan ada pilihan untuk mensetting jaringan tersebut. Pilih Typical Setting jika anda tidak ingin mengsetnya secara rumit atau anda pilih Custom Setting jika anda ingin mengaturnya secara lanjut, seperti mengatur IP. Setelah itu klik Next.

h. Maka akan ada sebuah pilihan lagi. Jika jaringan anda mengguakan sebuah Domain dan komputer anda terdaftar maka pilih Yes, dan jika Jaringan anda tidak menggunakan sebuah domain maka pilih No, dan isikan nama Kelompok jaringannya. Biasanya langsung terisi dengan nama WORKGROUP. Klik next.
i. Selesai sudah pengaturannya. Sekarang anda tinggal menuggu proses installasi sampai komputer anda reboot.


5. Mengatur Nama User dan Registrasi
Setelah komputer anda reboot maka akan keluar daftar registrasi yang diisi dengan nama user.


6. Installasi Driver
Setelah selesai, maka tahap terakhir adalah menginstall driver. Driver perlu diinstall karena tidak semua hardware dapat dikenal dan diinstall oleh windows. Oleh karena itu fungsi driver adalah pengenal hardware bagi OS.


7. Install Aplikasi Tambahan
Sudah selesai lah anda mengistall OS dan Drivernya. Sekarang anda tinggal menginstall aplikasi tambahan.

0 komentar:

Poskan Komentar