Minggu, 05 Desember 2010

Topologi Jaringan Komputer (Versi 2.0)


Topologi merupakan suatu hal yang menjelaskan bagaimana unsur unsur dasar penyusun jaringan yang berupa node, link, station saling terhubung secara geometris.
Topologi jaringan sendiri ada dua macam, yaitu topologi fisik (physical topology) dan topologi  logika (logical topology). Topologi fisik yaitu merupakan denah atau pemetaan susunan tataletak perangkat-perangkat di jaringan seperti kabel, lokasi node, dan interkoneksi antar node. Sedangkan topologi secara logika menetapkan bagaimana informasi atau alur aliran data dalam jaringan.

Topologi Jaringan Fisik

Untuk topologi fisik, terdapat lima macam jenisnya:
  1. Bus.
  2. Ring.
  3. Star.
  4. Extended Star.
  5. Mesh.
  6. Hierarchy / Tree.
  7. Topologi Line.

Topologi Bus

topology_busTopologi ini bekerja seperti penumpang,  bis, dan halte. Bis dalam topologi ini adalah kabel, penumbang adalah data dari komputer, sedangkan haltenya adalah node. Topologi ini satu komputer dihubungkan dengan kabel utama (backbone), kemudian kabel tersebut di hubungkan ke komputer selanjutnya. Di kabel yang paling ujung kemudian dipasang alat yang bernama “Terminator” agar sinyal data tidak terus memantul yang mengakibatkan kerusakkan pada jaringan.
Topologi ini mudah dipasang, dan cocok digunakan untuk tipe jaringan yang kecil. Kemudian perlatan-peralatan yang di butuhkan tidak terlalu banyak sehingga menghemat biaya.
Kelebihan
  1. Mudah dibangun.
  2. Biaya pembuatan jaringan bus relatif murah.
  3. Mudah dikembangkan, dan juga tidak akan mengganggu workstation yang lain.
Kekurangan
  1. Sangat sulit mendeteksi kesalahan.
  2. Membutuhkan repeater yang harganya relatif mahal jika jangkauan jaringan panjang.
  3. Sering terjadinya keruskan pada jaringan akibat data traffic data yang padat.
  4. Transfer data lambat.

Topologi Ring

01fig04Topologi ini merupakan topologi yang alur datanya berbentuk jaringan. Setiap node terhubung ke node yang selanjutnya. Kemudian node yang terkhir terhubung ke node yang pertama. Jadi dalam topologi tersebut tidak ada awal dan tidak ada akhir dan semua semua komputer bisa mempunya dua sifat yaitu sebagai client dan server. Ketika suatu komputer mengirim data ke komputer yang lain, maka data tersebut akan melewati komputer-komputer sampai komputer tujuan. Jadi setiap data yang dikirim tersebut akan tersentuh oleh komputer yang dilewatinya. Setelah data tersebut sampai, maka komputer penerima tersebut akan mengirim data juga ke komputer pengirim.
Kelebihan
  1. Semua komputer mempunya hak yang sama. Yaitu bisa sebagai client dan server.
  2. Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.
Kekurangan
  1. Sulit ketika menambah komputer atau mengurangi komputer. Karena semua komputer harus diset ulang pengaturan jaringannya
  2. Apa bila komputer yang satu rusak atau bermasalah, maka akan terjadi kekacauan pada jaringan.
  3. Rentan terhadap kerusakan jaringan.

Topologi Star

starTopologi star memiliki bentuk jaringan yang membentuk seperti bintang. Semua node terhubung ke suatu alat yaitu hub. Jika komputer pada jaringan ini bermasalah, maka tidak akan mempengruhi jaringan komputer yang lain.



Kelebihan
  1. Mudah dibangun.
  2. Mudah diatur jika ingin menambah komputer .
  3. Biaya pembangunan jaringan murah.
Kekurangan
  1. Jika traffic data padat maka akan terjadi cillision yang mengakibatkan kinerja pada jaringan akan menurun.

Topologi Extended Star

exstarMerupakan topologi yang sama dengan topologi star. Tetapi dalam extended star, memiliki satu atau lebih repeater dalam satu node pusat dan jangkauannya lebih panjang dibandingkan topologi star.


Topologi Mesh

1_23_MeshTopologyDiantara topologi yang lainnya. Topologi mesh merupakan topologi yang mahal dan rumit pemasangannya. Karena setiap komputer menghubungkan dirinya ke semua komputer yang terdapat pada jaringan. Jadi sangat mudah untuk melakukan troubleshoot jika terjadi kesalahan.


Kelebihan
  1. Mudah melakukan troubleshooting ketika terjadi kesalahan.
  2. Kualitas jaringan sangat bagus. Karena jalur jaringan banyak.
Kekurangan
  1. Biaya sangat mahal. Karena setiap komputer harus punya kabel sejumlah kompter yang lain. Misal jumlah komputer ada empat, maka masing-masing komputer harus punya 3 kabel.

Topologi Hierarchy atau Topologi Tree

hirarkiTopologi hierarchy atau tree ini mempunyai susunan jaringan yang bisa dibilang hampir mirip dengan pohon yang bercabang. Topologi ini juga sebenarnya “versi luas” topologi star. Pada topologi ini setiap node memiliki tingkat masing – masing. Node yang memiliki tingkat tinggi diletakkan di atas sedangkan untuk yang memiliki tingkat rendah diletakkan di bawah. Dalam topologi ini sebuah node bisa mempunyai cabang layaknya pohon yang memiliki cabang yang mempunyai cabang lagi.
Data yang dikirim oleh node tertentu harus melewati node pusat (node pusat cabang) untuk sampai pada tujuan. Jadi pada suatu kesempatan, jika node pusat tersebut rusak, maka node tertentu akan kesulitan untuk mengirim data ke node yang letaknya lebih jauh.
Kelebihan
  1. Topologi ini mudah dimanajemen karena adanya pusat node dalam tingkatan masing – masing.
  2. Dapat menjangkau jarak yang jauh dengan adanya sifat repeater yang dimiliki hub.
Kekurangan
  1. Jika ada node yang rusak, maka node yang berada di bawahnya akan susah untuk mengirim node yang jauh atau tetangganya.
  2. Harus memikirkan secara matang dalam mendesainnya. Karena kabel yang dibutuhkan banyak untuk membuat topologi ini.
  3. Sering terjadinya collision.

 

Topologi Line

NetworkTopology-LineTopologi line memiliki bentuk yang berupa garis. Setiap host terhubung ke host yang lainnya, kemudian host tersebut terhubung ke host yang lainnya lagi.
Kelebihan
  1. Hemat biaya dalam pemasangan. Karena kabel yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.
  2. Susunan jaringan yang paling sederhana.
Kekurangan
  1. Kecepatan transfer data lambat.
  2. Isolasi kesalahan sangat susah dilakukan.

Topologi Jaringan Logika

Topologi Broadcast

Topologi broadcast dapat digambarkan seperti data yang dikirim oleh salah satu host ke seluruh host yang ada pada jaringan tersebut secara bersamaan. Dengan cara seperti ini, collision pada jaringan sering terjadi.

Topologi Token Passing

Berbeda dengan topologi broadcast, host hanya mengirimkan data kepada host yang memiliki token. Jadi data tidak dikirim ke seluruhan host. Metode ini mencegah terjadinya collision pada jaringan.

Pertimbangan Dalam Memilih Topologi Jaringan

Sebelum membangun sebuah jaringan, maka harus ada pertimbangan untuk memilih topologi yang akan diterapkan pada jaringan yang akan dibuat.
  1. Biaya. Dalam pembuatan jaringan, maka harus dipertimbangan biaya dengan peralatan jarignan yang akan dibeli untuk keefisienan dalam pekerjaan.
  2. Kecepetan. Pertimbangkan, berapakah kecepatan jaringan yang akan dibutuhkan? Jangan membuat jaringan dengan kecepatan yang berlebihan dari yang dibutuhkan. Biaya juga akan terkait dalam hal kecepatan ini.
  3. Lingkungan. Bagaimana lokasi dan lingkungan tempat jaringan akan dibuat? Pertimbangkan sebaik mungkin agar lebih efisien dalam pemanfaatan jaringannya.
  4. Ukuran. Apakah jaringan anda memerlukan sejumlah server untuk memanage atau hal lainnya untuk keperluan lainnya yang bisa membantu dalam hal pekerjaan?
  5. Konektivitas. Apakah diperbolehkan komputer atau laptop lain terhubung dengan jaringan yang dibuat. Sewaktu – waktu laptop atau komputer lain tersebut membutuhkan koneksi ke jaringan tersebut dengan di berbagai lokasi.
     
     
    Dari www.techinfo.web.id dengan pengubahan.

0 komentar:

Poskan Komentar